Saturday, 14 May 2022

KULTUM PAGI INI: SHALAT JUM'AT

 KULTUM PAGI INI: Shalat Jum'at


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 15 Mei 2022 07.55 WIB
Tanggal Edit: 17 Mei 2022 17.41 WIB


NAHMADUHU WANASTAIINU WANASTAGHFIRUHU, WANA 'UUDDZUBILLAHI MIN SYURURI ANFUSINA WAMIN SAAYYIATI A' MALINA..... MAYAHDILLAHU FALA MUDHILLALAH WAAMAYUDDHLILHU FALA HAADIYA LAHU.....ASYHADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH ALLAHUMMASALLI ALA SSAAYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAYIDINA MUHAMMAD... AMMA BA'DU

Marilah kita panjatkan puji syukur ke khadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan, kesehatan, lahir, dan batin kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka mendapatkan ilmu dari Allah SWT. Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita termasuk orang-orang yang memiliki iman yang sempurna dan telah memberikan pemahaman bagi kita tentang syariat agama. Semoga rahmat dan keselamatan tetap tercurah kepada baginda nabi besar Muhammad SAW.

Shalat Jum'at merupakan suatu ibadah yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim, khususnya laki-laki. Shalat Jum'at dilaksanakan sebanyak dua kali rakaat setelah dua kali khutbah dan wajib berjamaah. Dalam Hadits Muslim dijelaskan bahwa "Sebaik-baik hari di mana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum'at. Pada hari ini, Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukkan ke dalam surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari surga. Dan hari kiamat tidak akan terjadi, kecuali pada hari Jum'at (HR. Muslim)". Hukum mengerjakan shalat Jum'at adalah suatu kewajiban yang dilaksanakan oleh setiap laki-laki yang beragama Islam. Apabila seorang laki-laki yang sibuk dengan kegiatan atau aktivitas duniawi, tinggalkan sejenak untuk melaksanakan shalat Jum'at. Karena dalam Al-Qur'an surah Al-Jumu'ah ayat 9, Allah berfirman "Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, bersegaralah kamu kepada engingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (QS. Al-Jumu'ah ayat 9)". Ada beberapa hadits Rasulullah SAW yang menjadi landasan kewajiban seorang muslim, khususnya laki-laki, melaksanakan ibadah shalat Jum'at. Dalam hadits Muslim, An-Nasa'i, dan Ahmad dijelaskan bahwa "Hendaklah orang-orang itu menghentikan perbuatan mereka meninggalkan shalat Jum'at atau Allah akan menutup mata hati mereka kemudian mereka akan termasuk orang-orang yang lalai (HR Muslim, An-Nasa'i, dan Ahmad)". Kemudian, hadits An-Nasa'i, Abu Dawud, dan Ahmad menjelaskan bahwa "Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum'at karena menganggap remeh makan Allah akan menutup matahatinya (HR. An-Nasa'i, Abu Dawud, dan Ahmad)". Artinya, seorang laki-laki yang beragama Islam meninggalkan shalat Jum'at dengan alasan bahwa shalat Jum'at merupakan shalat Jum'at itu tidak penting, Allah akan menutup mata hati seorang hamba yang menganggap remeh bahwa Shalat Jum'at itu tidak penting. Lantas, apa syarat sah seorang laki-laki melaksanakan shalat Jum'at? Pertama, seorang laki-laki dipastikan bahwa ia menganut Agama Islam. Kedua, seorang laki-laki dipastikan bahwa ia sudah baligh atau dewasa. Ketiga, seorang laki-laki memiliki rohani dan jasmani yang sehat. Bagaimana dengan orang sakit? Apakah orang sakit diwajibkan melaksanakan shalat Jum'at? Jawabannya, tidak. Orang sakit tidak diwajibkan melaksanakan ibadah shalat Jum'at.  Keempat, seorang laki-laki tidak memiliki gangguan mental. Kelima, shalat Jum'at wajib dilaksanakan oleh laki-laki. Bagaimana dengan wanita? Apakah wanita diwajibkan melaksanakan shalat Jum'at? Jawabannya, tidak. Perempuan tidak wajib melaksanakan shalat Jum'at. Wanita hanya diwajibkan melaksanakan shalat Dzuhur. Terakhir, seorang laki-laki memiliki tempat tinggal yang tidak jauh dari masjid. Pastikan bahwa seorang laki-laki memiliki tempat tinggal tetap atau bermukim. Bagaimana dengan orang-orang yang dalam perjalanan jauh sehingga ia tidak menemukan masjid terdekat? Apakah orang-orang yang dalam perjalanan jauh sehingga ia tidak menemukan masjid terdekat wajib melaksanakan ibadah shalat Jum'at? Jawabannya, tidak. Seorang muslim, khususnya laki-laki, yang dalam perjalanan jauh sehingga ia tidak menemukan masjid terdekat tidak wajib melaksanakan ibadah shalat Jum'at. Hal itu sudah dijelaskan dalam hadits Daruquthni bahwa "Bagi musafir tidak wajib shalat Jum'at (HR. Daruquthni)". Shalat Jum'at dilaksanakan 2 rakaat sebelum ustaz menyampaikan khutbah Jum'at. Shalat Jum'at memiliki niat "Ushallii fardha jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muumah lillaahi ta'aala" yang artinya "Aku niat melakukan slahat Jum'at 2 rakaat sambil menghadap kiblat saat ini menjadi makmum karena Allah Ta'ala". Adapun tata cara shalat Jum'at, yakni membaca niat shalat Jum'at, takbiratul ihram, membaca doa iftitah, membaca surah Al-Fatihah, membaca surah pendek, ruku, i'tidal, dan sujud dengan tuma'ninah, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, berdiri menunaikan rakaat kedua, takbiratul ihram, membaca doa iftitah, membaca surah Al-Fatihah, membaca surah pendek, ruku, i'tidal, dan sujud dengan tuma'ninah, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, tasyahud akhir, dan membaca salam dengan menegok ke kanan dan ke kiri hingga wajah samping keliahatan di belakang. Apa keutamaan melaksanakan ibadah shalat Jum'at? Pertama, menghapus dosa. Kedua, mendapatkan pahala yang lebih besar apabila seorang laki-laki yang beragama Islam mandi terlebih dahulu sebelum melaksanakan ibadah shalat Jum'at. Seperti yang diucapkan oleh hadits Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa  "Barangsiapa mandi pada hari Jum'at sebagaimana mandi jinabat lalu berangkat menuju masjid maka dia seolah berqurban dengan seekor unta dan barangsiapa yang datang pada saat kedua maka seolah dengan seekor sapi (HR. Bukhari & Muslim)". Terakhir, melaksanakan ibadah shalat Jum'at seperti beribadah selama satu tahun. Seperti yang diucapkan oleh hadits Tirmidzi dijelaskan bahwa "Barangsiapay yang mandi pada hari Jum'at lalu ia bergegas pergi (ke masjid) mendapati khutbah mendengar dan memperhatikan maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun (HR. Tirmidzi)". Perlu diketahui bahwa ibadah shalat Jum'at tidak bisa diganti dengan shalat Dzuhur. Apabila seorang laki-laki yang beragama Islam meninggalkan ibadah shalat Jum'at secara sengaja, ia akan mendapatkan dosa karena menunaikan ibadah shalat Jum'at wajib untuk dilaksanakan oleh laki-laki yang beragama Islam.

Demikian tausiyah yang sampaikan pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Kurang lebihnya mohon maaf

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamithaaryq
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Sumber:
    - Website Orami: Tata Cara Shalat Jum'at dan Doa Yang Dianjurkan, Yuk Simak!

Friday, 13 May 2022

KULTUM MALAM INI: PUASA

    KULTUM MALAM INI: Puasa


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 13 Mei 2022 18.33 WIB


NAHMADUHU WANASTAIINU WANASTAGHFIRUHU, WANA 'UUDDZUBILLAHI MIN SYURURI ANFUSINA WAMIN SAAYYIATI A' MALINA..... MAYAHDILLAHU FALA MUDHILLALAH WAAMAYUDDHLILHU FALA HAADIYA LAHU.....ASYHADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH ALLAHUMMASALLI ALA SSAAYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAYIDINA MUHAMMAD... AMMA BA'DU

Marilah kita panjatkan puji syukur ke khadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan, kesehatan, lahir, dan batin kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka mendapatkan ilmu dari Allah SWT. Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita termasuk orang-orang yang memiliki iman yang sempurna dan telah memberikan pemahaman bagi kita tentang syariat agama. Semoga rahmat dan keselamatan tetap tercurah kepada baginda nabi besar Muhammad SAW.

Menurut Agama Islam, puasa berasal dari kata 'shaum' yang artinya ibadah tersebut bersifat wajib untuk dilaksanakan oleh seluruh umat manusia yang beragama Islam, sedangkan menurut puasa secara umum, puasa merupakan kegiatan yang dilaksanakan dengan menahan diri dari makan, minum, serta menahan diri dari perilaku buruk seperti menahan hawa nafsu atau hal-hal yang membatalkan puasa. Umumnya, puasa dilaksanakan pada waktu satu hari, 24 jam atau beberapa hari tergantung pada waktu berpuasa serta berbuka puasa di setiap negara. Perlu diketahui bahwa puasa membatasi seseorang untuk melakukan perilaku buruk, termasuk membatasi seseorang untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan seksual. Tujuan umat manusia yang beragama Islam melaksanakan Ibadah Puasa adalah untuk menahan diri dari berbagai macam keinginan. Puasa memiliki 2 (dua) jenis dalam Agama Islam, yakni puasa dengan hukum wajib dan puasa dengan hukum sunnah. Pertama adalah puasa dengan hukum wajib. Puasa dengan hukum wajib merupakan salah satu puasa yang wajib dilaksanakan oleh umat manusia yang beragama Islam. Apabila seorang umat muslim melaksanakan Ibadah Puasa, ia akan mendapatkan pahala begitupun sebaliknya. Apabila seorang umat muslim tidak melaksanakan Ibadah Puasa, ia akan mendapatkan dosa besar atau ganjaran Puasa dengan hukum wajib dilaksanakan pada Bulan Suci Ramadhan, puasa yang disebabkan oleh nazar. Apa itu nazar dalam berpuasa? Nazar dalam berpuasa adalah suatu janji yang dilakukan untuk menyanggupi sebuah perilaku ibadah tidak wajib menjadi wajib. Awalnya, nazar merupakan suatu puasa yang dilaksanakan secara sunnah. Namun, nazar diwajibkan apabila seseorang berjanji untuk melaksanakan ibadah puasa, puasa denda atau kafarat. Apa itu puasa denda? Puasa denda merupakan suatu puasa yang sebuah amalan yang dilakukan untuk menebus dosa atau kesalahan yang dilakukan oleh umat muslim, seperti seorang umat muslim melakukan hubungan seksual pada Bulan Suci Ramadhan, dan lain sebagainya, serta puasa dalam hukum wajib yang terakhir adalah puasa ganti atau qadha. Apa itu puasa ganti atau qadha? Puasa ganti atau qadha adalah suatu puasa yang mengganti atau membayar utang yang menyebabkan seorang umat muslim tersebut tidak bisa melaksanakan Ibadah Puasa karena alasan tertentu, seperti seorang perempuan yang beragama Islam tidak sengaja melihat darah di kemaluannya sehingga seorang perempuan yang beragama Islam diwajibkan membatalkan puasa dan diwajibkan membayar denda tersebut, dan lain sebagainya. Dan terakhir adalah puasa dalam hukum sunnah. Puasa dalam hukum sunnah merupakan salah satu puasa yang dikerjakan akan mendapatkan pahala dan puasa yang tidak dikerjakan tidak akan mendapatkan dosa dan pahala. Puasa dengan hukum sunnah dilaksanakan pada 6 Syawal, kecuali perayaan Hari Raya Idul Fitri, puasa sunnah Senin & Kamis, Puasa Sunnah Arafah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah & Puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah untuk umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji, Puasa Daud, puasa Tasu'a yang dilaksanakan pada 9 Muharram & puasa Asyura yang dilaksanakan pada 10 Muharram, puasa Nifsu Sya'ban yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Sya'ban, puasa Yaumul Bidh yang dilaksanakan pada tanggal 11, 12, dan 13 setiap bulan, serta puasa Asyhurul Hurum yang dilaksanakan pada bulan Dzulqa'dah, Bulan Rajab, Bulan Muharram, dan Bulan Dzulhijjah. Puasa memiliki beberapa syarat wajib dan sah menurut syariat Islam. Syarat wajib puasa adalah beragama Islam dan menyembah Allah SWT, sudah baligh, kondisi akalnya sehat, keadaan rohani dan jasmani yang sehat, keadaan yang suci dari hadas kecil dan hadas besar, memiliki kesanggupan untuk berpuasa, serta belum termasuk musafir yang sedang melakukan perjalanan jauh, sedangkan syarat sah puasa adalah beragama Islam dan tidak murtad, dapat membedakan antara baik dan buruk (mumayyiz), tidak dalam keadaan najis dari haid dan nifas (khusus perempuan), serta memiliki pengetahuan mengenai waktu diterimanya puasa. Puasa memiliki rukun-rukun yang wajib umat muslim ikuti, yakni memeluk Agama Islam, membaca niat, serta menahan diri dari segala keburukan yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, kegiatan seksual, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Adapun hal-hal yang disunnahkan ketika menjalankan Ibadah Puasa adalah melambatkan sahur, menyegerakan berbuka ketika memasuki waktu berbuka, membaca doa atau niat puasa, diawali dengan makanan atau minuman yang manis ketika memasuki waktu berbuka, bersedekah dengan memberikan makanan berbuka untuk sesama, serta lebih giat dalam beribadah dan bersedekah. Adapun waktu-waktu yang dilarang melaksanakan Ibadah Puasa adalah Hari Raya Idul Fitri yang bertepatan dengan 1 Syawal, Hari Raya Idul Adha yang bertepatan dengan 10 Dzulhijjah, tiga hari tasyrik yang dilaksanakan pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, hari Syak yang dilaksanakan pada 30 Sya'ban, berpuasa selamanya, wanita yang sedang haid atau nifas dan belum mandi besar, serta seorang istri yang berpuasa sunnah tanpa izin dari suami, sedangkan puasa yang makruh dilaksanakan Ibadah Puasa adalah pada saat hari Jum'at yang tidak diiringi tanpa didahului berpuasa di hari sebelumnya
 
Demikian tausiyah yang sampaikan pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Kurang lebihnya mohon maaf

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamithaaryq
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh




Sumber:
    - Website Blog Gramedia:
       Pengertian Puasa: Jenis, Syarat, Rukun, dan Ketentuan
    - Website Blog Gramedia:
      Niat Puasa Nazar: Tata Cara, Konsekuensi, dan Macam

Friday, 29 April 2022

KULTUM PAGI INI: MEMBIASAKAN MEMBUAT KEBAIKAN

   KULTUM PAGI INI: Membiasakan Membuat Kebaikan


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 30 April 2022 05.02 WIB


NAHMADUHU WANASTAIINU WANASTAGHFIRUHU, WANA 'UUDDZUBILLAHI MIN SYURURI ANFUSINA WAMIN SAAYYIATI A' MALINA..... MAYAHDILLAHU FALA MUDHILLALAH WAAMAYUDDHLILHU FALA HAADIYA LAHU.....ASYHADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH ALLAHUMMASALLI ALA SSAAYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAYIDINA MUHAMMAD... AMMA BA'DU

Marilah kita panjatkan puji syukur ke khadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan, kesehatan, lahir, dan batin kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka mendapatkan ilmu dari Allah SWT. Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita termasuk orang-orang yang memiliki iman yang sempurna dan telah memberikan pemahaman bagi kita tentang syariat agama. Semoga rahmat dan keselamatan tetap tercurah kepada baginda nabi besar Muhammad SAW.

Tahukah kalian, mengapa kalian dianjurkan untuk berbuat kebaikan? Karena berbuat kebaikan membuat kalian mendapatkan pahala. Dalam suatu hadits qudsi, Allah SWT berfirman "Jikalau seseorang hamba mendekat pada-Ku sejengkal, maka aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal pada-Ku, maka aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangiaku dengan berjalan, maka aku mendatanginya dengan bergegas" (HR. Bukhari). Bisa kita lihat bahwa beberapa orang memiliki kecenderungan tertentu. Orang yang terbiasa berbuat maksiat maka dari hari ke hari dia akan makin terjerumus ke dalam lembah yang hitam. Sebaliknya, orang yang suka shalat berjama'ah ke masjid, ia akan ramah ke tetangganya, rutin berinfaq, dan bahagia untuk menghidupi keluarganya. Makin seseorang memperbanyak dan membiasakan berbuat baik, makin banyak terbuka pintu-pintu kebaikan yang lain. Hal ini sesuai dengan hadits qudsi di atas bahwa makin tinggi intensitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT, makin dekat-lah kita dengan-Nya. Salah satu kunci kesuksesan hidup kita adalah cara supaya kita berbuat suatu kebaikan. Makin kita terbiasa berbuat baik, makin mudah jalan kita untuk mencapai kebahagiaan hidup. Beberapa ibadah dilakukan beruang dalam kurun waktu tertentu seperti shalat lima waktu, puasa sunnah dua kali seminggu, serta shalat Jum'at sekali sepekan agar manusia terbiasa beribadah. Permasalahan awal yang biasanya ditemukan dalam melakukan sesuatu, yakitu dalan memulainya. Memulai suatu aktivitas terkadang lebih berat dibandingkan ketika melaksanakannya. Ketika kita mendorong mobil yang mogok, diperlukan tenaga yang besar sebelum mobil tersebut bergerak. Saat mobil tersebut bergerak, diperlukan daya dorong yang kecil. Janganlah menunda berbuat kebaikan apabila ada sifat kalian yang menunda membuat suatu kebaikan. Kalau kita ada keinginan untuk menunda, tundalah untuk menunda. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Rasulullah SAW bahwa "Bersegeralah untuk beramal, jalan menundanya hingga datang tujuh perkara. Apakah akan terus kamu tunda untuk beramal, kecuali jika sudah datang kemiskinan yang membuatmu lupa, kekayaan yang membautmu berbuat kelebihan batas, sakit yang merusakmu, usia lanjut yang membuatmu pikun, kematian yang tiba-tiba menjemputnya, dajjal, suatu perkara gaib terburuk yang ditunggu saat kiamat, saat bencana yang lebih dahsyat, dan siksaan yang akat pedih" (HR. Tirmidzi). Salah satu cara untuk mempermudah kita dalam memulai suatu amal ibadah adalah dengan mengetahui akan besarnya manfaat yang akan dirasakan. Segala hambatan atau godaan untuk tidak melaksanakan kebaikan tersebut akan bisa dilewatkan dengan dengan keyakinan yang kuat. Oleh sebab itu, kita wajib untuk mencari ilmu tentang fadhilah (kelebihan) dari suatu amalan atau ibadah. Untuk menguatkan hati, kita perlu mencari ilmu secara berulang. Beberapa pengulangan dalam Al-Qur'an digunakan agar manusia makin ingat.

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لِيَذَّكَّرُوْاۗ وَمَا يَزِيْدُهُمْ اِلَّا نُفُوْرًا

Dan sesungguhnya dalam Al-Qur'an ini kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan) agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (QS. Al-Isra ayat 41)

Inti dari kultum pagi ini adalah mulailah perbuatan baik yang ingin kamu lakukan sekarang dan jangan ditunda. Kalau belum yakin, perluas dan perdalam ilmu agar kita makin yakin

Demikian tausiyah yang sampaikan pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Kurang lebihnya mohon maaf

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamithaaryq
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tuesday, 26 April 2022

KULTUM PAGI INI: LARANGAN MERAYAKAN ULANG TAHUN

  KULTUM PAGI INI: Larangan Merayakan Ulang Tahun


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


Tanggal Pembuatan: 27 April 2022 05.27 WIB
Tanggal Edit: 27 April 2022 20.23 WIB


NAHMADUHU WANASTAIINU WANASTAGHFIRUHU, WANA 'UUDDZUBILLAHI MIN SYURURI ANFUSINA WAMIN SAAYYIATI A' MALINA..... MAYAHDILLAHU FALA MUDHILLALAH WAAMAYUDDHLILHU FALA HAADIYA LAHU.....ASYHADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH ALLAHUMMASALLI ALA SSAAYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAYIDINA MUHAMMAD... AMMA BA'DU

Marilah kita panjatkan puji syukur ke khadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan, kesehatan, lahir, dan batin kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka mendapatkan ilmu dari Allah SWT. Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita termasuk orang-orang yang memiliki iman yang sempurna dan telah memberikan pemahaman bagi kita tentang syariat agama. Semoga rahmat dan keselamatan tetap tercurah kepada baginda nabi besar Muhammad SAW.

Ulang Tahun merupakan salah satu proses yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat saat ini. Dalam proses perayaan ulang tahun terdapat tradisi berupa mengundang teman dan mengadakan pesta besar-besaran untuk memperingati ulang tahun. Biasanya, perayaan ulang tahun dilaksanakan setiap tahunnya. Islam adalah salah satu agama terbesar di dunia dengan jumlah pengikutnya yang banyak. Apa kalian tahu bahwa perayaan ulang tahun sangat dilarang oleh Allah SWT? Perayaan tersebut terdapat kata bid'ah, Nabi Muhammad SAW tidak pernah melakukan perayaan tersebut dan Nabi pun tidak pernah mengajarkan umatnya untuk merayakan ulang tahun. Dalam hadits disebutkan bahwa "Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak" (HR. Bukhari & Muslim). Saya akan menyebutkan beberapa ulama yang tdak memperbolehkan umatnya merayakan ulang tahun karena haram. Saya memulai dengan beberapa ulama yang tidak memperbolehkan umatnya merayakan ulang tahun karena haram. Pertama, kalau ulang tahun yang diharuskan maka perayaan tersebut dianggap sebagai bid'ah. Kedua, ulang tahun merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang barat atau non muslim. Dalam budaya Islam, tidak pernah ada perayaan ulang tahun dan perayaan ini sudah dipercayai oleh umat muslim karena tidak ada satu bukti yang sesuai dengan ajaram Islam. Ketiga, perayaan ulang tahun tidak boleh dilakukan kalau tidak mengandung hal yang membuat orang tersebut bertambah keimanan dan taqwa. Apa maksud dari "kalau tidak mengandung hal yang membuat orang bertambah keimanan dan taqwa?" Maksudnya, umat muslim boleh merayakan ulang tahun asalkan tidak berlebihan. Keempat, biasanya merayakan ulang tahun identik dengan bahan pamer dan pemborosan saja. Tingkat keborosan di Indonesia menurut saya adalah merayakan ulang tahun dengan membuat jebakan berupa menyimpan balon, obat nyamuk, tali sepatu, serta bedak dengan dalih orang tersebut mengingat hari ulang tahun, jajan di kantin Jakarta, tepatnya sebelum dan setelah memasuki JCC (Jakarta Covention Center), membeli barang mewah, meniup lilin sambil menyanyikan selamat ulang tahun ke orang yang sedang berulang tahun secara berlebihan, dan lain sebagainya. Kelima, merayakan ulang tahun tidak ada manfaatnya bagi umat muslim. Dalam hadits disebutkan bahwa "Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut" (HR. Abu Daud). Bahkan, ada beberapa ulama yang memperbolehkan umatnya merayakan ulang tahun dengan catatan khusus. Pertama, perayaan ulang tahun boleh dilakukan kalau tidak meniru ritual yang dilakukan oleh orang barat. Kedua, perayaan ulang tahun boleh dilakukan apabila terdapat manfaat dari perayaan tersebut. Misalnya, mengajak teman atau guru ke tempat pengajian bertemu dengan orangtua yang sudah jarang teman atau guru temui, mendoakan teman tersebut agar teman bisa sukses dunia akhirat, dan lain sebagainya. Ketiga, Rasulullah tidak pernah merayakan ulang tahun dirinya dan menyarankan umatnya untuk memperingati ulang tahun. Dalam Islam sendiri, ibadah dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu ibadah yang harus dilakukan sesuai dengan aturan dan perintah Allah SWT yang dilakukan tanpa harus pengubahan apapun. Kasihlah hadiah apapun, kecuali mentraktir teman yang berulang tahun ataupun teman yang berulang tahun dikerjai di sungai atau embung, seperti kasus di Lampung saat seorang mahasiswa UIN Radin Intan Lampung bernama Azrul Amin merayakan ulang tahun bersama seorang mahasiswa dengan satu jurusan bermana Iqbal Firmansyah, ke teman atau guru kalian yang berulang tahun. Kalian mengingatkan ke teman-teman yang masih merayakan ulang tahun, meniup lilin saat ulang tahun atau melihat ada orang yang masih merayakan ulang tahun, terutama teman-teman yang beragama Islam, karena Allah SWT tidak menyukai hamba-Nya meniup lilin saat ulang tahun ataupun merayakan ulang tahun. Saya akan memberikan cara agar teman-teman yang beragama Islam tidak mengikuti cara yang tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad. Pertama, kalian harus takut menjadi kaum yang bid'ah. karena Rasulullah SAW bersabda "Aku akan mendahului kalian di di Al-Haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka di Al-Haudh, mereka dijauhkan dariku". Dan Rasullah pun kembali berkata "Aku lantas berkata 'Wahai Rabb-ku, ini adalah umatku. Lalu, Allah berfirman 'Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid'ah yang mereka buat sesudahmu" (HR. Bukhari No. 7049). Kedua, bersedekah. Apa seorang muslim melakukan sedekah? Alasannya, membuat harta kita menjadi lebih berkah, mengajarkan kita terhadap kebaikan, mendatangkan pahala jika diiringi dengan keikhlasan, dan lain sebagainya. Dalam Firman Allah Surah Al-Baqarah ayat 195 dijelaskan bahwa "Dan belanjakanlah (harta bendaku) di jalan Allah, dan janganlah kamu kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baik karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik" (QS. Al-Baqarah ayat 195). Ketiga, menambah prestasi. Semakin menurunnya usia, semakin menambah usia. Apa maksudnya? Maksudnya, teman-teman harus menambah prestasi supaya keluarga yang ada di rumah bangga dengan pencapaian anaknya. Keempat, bersyukur. Bersyukur itu sangat penting buat kita karena ada orang-orang di luar sana yang mengalami kesulitan. Contohnya, gempa yang terjadi di Ambon. Seluruh masyarakat Ambon kesulitan meminta dana untuk keperluan masyarakat Ambon yang menimpa musibah tersebut. Bahkan, masyarakat Ambon yang ditimpa gempa bumi bermagnitudo 6,8 MM membutuhkan makanan, minuman, pakaian layak pakai, dan tempat tinggal untuk menghidupi keluarganya. Kelima, memperbanyak dzikir. Ulang tahun mendekati kematian. Kok bisa? Semakin bertambahnya usia, semakin sadar bahwa kematian akan segera tiba. Kita tidak tahu waktu kita wafat. Seorang muslim harus memperbanyak dzikir supaya hati kita terasa tenang dan ingat kepada Allah. Dalam Firman Allah surah An-Nisa ayat 103 dijelaskan bahwa "Apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Kemudian, apabila kamu merasa aman, maka dirikanlah shalah itu (sebagaimana biasanya). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman (QS. An-Nisa ayat 103). Keenam, menjalin tali silaturrahim. Mengapa seorang muslim wajib menjalin tali silaturrahim? Karena menjalin tali silaturrahim menjauhkan kita dari siksa api neraka. Sebagaimana dalam Hadits Bukhari & Muslim dijelaskan bahwa "Engkau tidak menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturrahim. Kemudian, menjalin tali silaturrahim mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA menjelaskan bahwa "Sesungguhkan Allah SWT menciptakan makhluk, hingga apabila dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata 'ini ada kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan. Dia berfirman 'Benar, apakah engkau ridha jika aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?' Ia menjawab 'Iya. Dia berfirman: Itulah untukmu". Setelah itu, menjalin tali silaturrahim dipanjangkan umur dan dilancarkan rezeki. Sebagaimana dalam Hadits Bukhari & Muslim yang diucapkan oleh Rasulullah SAW menjelaskan bahwa "Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambungkan tali silaturrahim (HR. Bukhari & Muslim).  

Demikian tausiyah yang sampaikan pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Kurang lebihnya mohon maaf

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamithaaryq
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



____________________




Pertanyaan dari Nasar Anuz untuk Zidni Adam Jawas,
salah satu pemain Kun Anta season 1, mengenai Perayaan Ulang Tahun
Pertanyaan dari Nasar Anuz (Haikal): Kalau kasih kado, boleh gak ustaz?

............

Jawaban Zidni Adam Jawas & Bobby Maulana untuk Nasar Anuz,
salah satu pemain Kun Anta season 1, mengenai Perayaan Ulang Tahun
Jawaban dari Zidni Adam Jawas (Ustaz Ridwan):
Memberikan hadiah atau sedekah itu dianjurkan dalam Islam. Namun, tidak dikhususkan pada saat perayaan hari ulang tahun saja

Jawaban Tambahan dari Bobby Maulana (Ustaz Musa):
Intinya, kalian jangan terbebani. Jika ada teman kamu yang ulang tahun, kamu buru-buru "wah, kumpulin uang dengan buka celengan cuma buat bela-belain beli hadiah saja", tetapi ulang tahun cara mengingatkan seperti yang dikatakan oleh Ustaz Ridwan. 

______________

Sumber Pertanyaan Perayaan Ulang Tahun:
     - Full Drama Indonesia:
       Kun Anta Episode 55 - Setan Takut Mpok Siti! Lah, Mpok Siti Juga Takut
       Lihat Yang Mukanya Putih

KULTUM PAGI INI: SHALAT JUM'AT

  KULTUM PAGI INI: Shalat Jum'at Penulis:  Muhammad Irfan Budiman Edit:  Muhammad Irfan Budiman Tanggal Pembuatan:  15 Mei 2022 07.55 WI...